Berhasil Menemukan Cara Untuk Gagal


Kalau sekarang disuruh menceritakan hal apa yang saya usahakan tapi pada akhirnya gagal mencapai hal tersebut jujur saya pribadi merasa bukan suatu kegagalan ketika saya sudah berusaha matian namun hasilnya di bawah taget. Walaupun begitu, dulu saya pernah menganggap gagal ketika target yang saya inginkan tidak tercapai.
Sebelum melangkah lebih jauh mari kita defiisikan dulu apa itu “gagal”. Menuru KBBI, “gagal” berarti tidak berhasil atau tidak tercapai. Dengan kata lain, ketika target yang kita inginkan atau kita buat tidak tercapai. Sementara pada waktu itu, pandangan saya mengenai definisi gagal pun tidak beda jauh dari KBBI. Intinya ketika saya menargetkan sesuatu tapi tidak bisa mencapainya saya menganggap “gagal” walau saya sudah berusaha matian.
Saat kuliah, saya menargetkan IP (Indeks Prestasi) dengan nilai tertentu yang intinya tinggi. Saya belajar dengan sungguh-sungguh, saya tidak lupa panjatkan doa tiap hari dan selalu optimis pasti bisa. Mungkin kalau di deskripsikan saya pada saat itu seperti seorang pengantin baru yang mau nikah besok jadi mempersiapkan segala sesuatu dengan semangat dan sebaik mungkin. namun pada saat nilai IP di umumkan, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Saya saat itu benar kecewa dan merasa gagal ibarat ketika saya sudah mempersiapkan segala sesuatu buat pernikahan, ternyata di hari H (acara pernikahan dimulai) mempelai wanitanya kabur.
Semenjak kejadian itu, saya selalu bersungut-sungut dalam bekerja atau melakukan sesuatu dan saya berpikir bahwa tidak perlu lagi untuk berusaha lebih atau bersusah-susah, lakukan saja ala kadarnya nanti hasilnya kehendak Tuhan kok yang jadi. Berusaha juga percuma ujug-ujungnya kehendak Tuhan yang jadi. Sampai pada masa menulis skripsi pun saya tidak fokus. Lebih baik saya memikirkan hal-hal yang buat saya senang. Selain itu, saya juga bersungut-sungut ketika terdapat kesulitan dalam menulis skripsi misalnya kesulitan mencari data, teori atau jurnal-jurnal yang relevan dega peneliian skripsi saya. Saya selalu menyalahkan Tuhan “ ya Tuhan kenapa mesti saya yang alami, kenapa tidak yang lain saja, IP saya sudah gitu kau buat Tuhan,tolong muluskan masalah skripsi ku ini, nanti lain kasuslah kau persulit Tuhan jangan skripsi”. Itulah keadaanku saat itu keras kepala, malas, masa bodo.
      Namun ada suatu hal yang benar-benar saya tidak duga dan tidak terpikirkan yaitu saya berkenalan dengan seorag wanita, sebut saja Mawar. Kami saling berkenalan melalui instagram (bukan promosi ya) dan pada saat itu saya juga tidak tertarik dan komunikasi kami pun ala kadarnya. sering juga saya mengeluarkan kata kotor untuk dia. Intinya hidup saya masih jauh dan penuh kekecewaan jadi suka-suka saya, mau tidak chat dengan saya ya terserah apa peduli saya.
Seiring dengan berjalannya waktu, saya pikir dia tidak akan bertahan seminggu dengan orang seperti saya. Saya tetap berindak suka-suka saya, semiggu, dua minggu dan bahkan sampai sebulan tidak pergi-pergi juga si Mawar. Saya sempat bingung apakah dia suka cowok kasar dan mulut kotor gitu, sebab segala macam kata kotor mana lagi yang belum ku ucapkan ke dia. Ternyata dia tidak menyukai tipe cowok seperti itu dan dia paling tidak suka di kasari. Saya jujur semakin bingung sudah tau saya kasar  lalu kenapa dia masih disini. Ibarat orang yang tidak suka yang makanan pedas-pedas tapi mau coba makan cabe rawit sekilo. Lalu kenapa dia masih komuikasi terus dengan saya?. Dia bilang bahwa “Boy kamu bisa berubah”. Jujur saya bosan kalau dia bilang kata ini, dia bilang pun saya tetap mengulangi perbuatan kasarku, bagiku masa bodo dengan itu.
Setelah dua bulan lebih saya jadi terpikir bahwa  si Mawar itu wanita kuat. Dia brharap saya berubah namun saya terus mengulangi perbuatan kasarku, dia tidak bosan dan terus busaha walau “gagal” tapi dia tetap berusaha. Dia seakan-akan punya harapan yang kuat. Alhasil, saya mulai ambil komitmen berubah bertahap dan puji Tuhan semakin baik. Jujur saja saya mulai tertarik sama Mawar (kebetulan dia jomblo, jadi kurang lebih saya tidak merusak hubungan orang lain, sebab anak Tuhan tidak boleh seprti itu). Yang membuat saya tertarik dengan Mawar adalah dia membuat saya menjadi punya harapan, bukan harapan sama dia tapi sama Tuhan. Dia terus berusaha walau awal-awal terlihat seperti “gagal” membuat saya berubah, dia terus berharap sama Tuhan.
Sejak saat itu, saya mulai banyak membaca Firman Tuhan, berdoa , saat teduh dan mengikut pembinaan. Banyak nasihat dan ayat-ayat yang menguatkan dan mengubah pola pikirku. Saya kembali fokus menulis skripsi. Walau dalam proses penulisan skripsi banyak rintangan yang saya lalui namun saya percaya bahwa segala perkara dapat ku tanggung di dalam Tuhan yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4: 13) dan saya melakukan dengan sungguh-sunguh buat Tuhan ( Kolose 3: 23).
Saya sempat sakit selama dua minggu dan skripsi saya masih bab satu itu pun belum di setujui dosen pembimbing sementara, teman-teman lain ada yang sudah sampai bab tiga. Namun hal tersebut tidak membuat saya panik ataupun kuatir, banyak ayat-ayat Firman yang saya baca dan hapal menguatkan saya sehinga saya bisa melaluinya dengan baik, bahkan pada saat sidang pun saya masih sakit. Saya di serang beberapa penyakit sekaligus yaitu Malaria, Flu, Maag dan Tifus. Akan tetapi, atas campur tangan Tuhan saya bisa menyelesaikan skripsi dengan baik, sekalipun saya sakitan tapi saya berusaha dan pada akhirnya saya lulus. Jujur saja teman kuliah saya yang bisa di bilang lebih pintar dari saya katakan IP nya lebih tinggi tidak lulus. Tuhan merancangkan saya lulus tahun 2017 jadi tidak ada sesuatu yang akan menghalangi rancangan tersebut sakit penyakitku sekalipun, kecuali dosa saya. Tapi Tuhan maha mengasihi, DIA tidak akan biarkan dosa menghalangi hubungan saya dengan DIA, DIA mengasihi saya.

Beberapa pelajaran yag mungkin bisa saya ambil dari kisahku ini:
  1. Tuhan mengasihi kita, Tuhan tidak akan membiarkan kita terus jatuh ke dalam dosa dan DIA idak akan membiarkan dosa menghalangi hubungan kita dengan DIA. Tuhan pasti menolong kita denga caranya sendiri, sekarang kita hanya perlu membuka hati untuk merespon. Seperti halnya Tuhan menolong saya melalui Mawar dan Tuhan pasti menolong teman-teman dengan cara Tuhan sendiri. Jadi jangan pernah egois dan merasa bisa sendiri, berdoa dan andalkan Tuhan. jangan sampai dosamu menghalangi rancangan Tuhan buat hidupmu.
  2. Firman Tuhan adalah cara, solusi dan pegangan kita dalam menghadapi hidup baik itu susah atau senang, berat atau ringan nya beban hidup kita. Firman Tuhan sudah lengkap dan tidak pernah gagal. Firma Tuhan sendiri megatakan bahwa apa yang terjadi sekarang itu sudah ada sebelumnya dan akan ada (Pengkhotba 3:15). Jadi kita sebagai orang kristen setiap ada masaah atau rintangan hidup, hadapilah dan kita bisa tau hasil akhir atau apa yag terjadi setelah kita hadapi masalah terebut bahwa segala sesuatu aka indah pada waktunya (Pengkhotba 3:11). Jadi kita perlu banyak membaca, merenungkan, dan menghafal ayat-ayat emas yang nantinya bisa membantu kita dalam menjalani hidup. Satu lagi kita bisa memanfaatkan hanphone suci kita buat browsing renungan atau ayat-ayat emas yang nantinya membantu kita. Misal pada saat saya sakit dan skripsi saya belum kelar tetapi saya tidak kuatir karena Firman Tuhan dalam Filipi 4, Matius 6: 25-34, dan masih banyak lagi (coba baca-baca) yang mengatakan bahwa jangan kuatir. Ayo baca Firman!
  3. Memaknai kegagalan sebagagai pembelajaran. Gagal mencapai target itu berarti berhasil menemukan cara untuk gagal sehingga kedepanya kita tidak lagi menggunakan cara tersebut. Jika Mawar menyerah dengan dengan sifat saya, saya tidak tau apakah bisa lulus atau tidak atau bisa nulis tulisan ini atau tidak (Amsal 24:16).
  4.  Apapun yang kita lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23). sebab Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita, kalau kita lakukan untuk manusia pasti kita akan kecewa.



Mungkin sampai disini dulu , kurang lebihnya saya mohon maaf apabila ada kekurangan. Dengan harapan tulisan ini bisa memberkati kita semua. Amin 

Popular posts from this blog

Objek Wisata di Kabupaten Sarmi

Persentase Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Sarmi Berkurang?

Tuhan Pasti Cukupkan!