Tuhan Pasti Cukupkan!

Allah kita adalah adalah yang Maha Kaya dan Murah Hati. Kita tidak perlu kuatir dalam hal kecukupan, Allah tidak pernah berhenti berkarya dalam hidup kita. Tepat seperti kata Firman Tuhan dalam Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dala Kristus Yesus”. Ia adalah Allah yang senantiasa mencukupkan kebutuhan anda, tidak peduli bagaimanapun keadaan anda sekarang, Tuhan terus bekerja mencukupkan kebutuhan anda dan mendatangkan kebaikan bagi anda. Belajar dari orang-orang yang Tuhan tolong seperti.

1.     Elia dan Janda Sarfat (1 Raj. 17:7-24)

Kehidupan Janda Sarfat saat itu bisa dibilang benar-benar berkekurangan. Bagaimana tidak. Tepung simpanannya hanya cukup untuk sekali makan. Setelah itu, wanita yang tinggal bersama anak-anaknya itu tidak tau lagi harus bagaimana. Mereka bahkan sudah siap mati kelaparan. Tetapi apa yang terjadi ketika mereka mengutamakan hamba Tuhan (Elia) dan menyiapkan makanan terakhir itu justru untuk orang lain? Mukjizat terjadi. Tepung dalam tempayang yang sedianya cukup untuk sekali makan itu tidak pernah habis. Dari berkekurangan, mereka menjadi berkecukupan.

2.     Bangsa Israel

Padang gurung mungkin adalah tempat paling mengerikan di muka bumi. Menjadi cukup di tempat itu alah hal yang sulit di capai. Tidak hanya air, orang yang berada di padang gurun juga biasanya sulit mendapatkan makanan. Bagaimana tidak, hewan yang di padang gurun biasanya Cuma kadal, ular, atau kalajengking. Tapi bagi bangsa  Israel yang saat itu di tuntun Tuhan keluar dari tanah Mesir, Tuhan memberikan kecukupan. Tuhan “langsung” memberikan manna buat bangsa Israel. Dari awal perjalanan sampai tiba di Kanaan dan pada akhirnya mereka makan makanan hasil tanah Kanaan, Tuhan terus memberikan manna bagi bangsa Israel. Sedang dimana kita? Padang gurun kah? Percayalah di tempat seperti apa kita sekarang, Tuhan dapat mencukupkan.

3.     Dua Mempelai di Kana ( Yoh. 22:1-11)

Sadarkah kita bahwa mukjizat yang pertama kali Yesus lakukan bukanlah mukjizat peyembuhan, tetapi justru mukjizat kecukupan? Ya, kedua mempelai di Kana dan keluarganya saat itu sangat beruntung Yesus menjadi salah satu tamu. Hampir saja menanggung malu karena kehabisan stok anggur bagi para tamu, mereka justru diberkati melimpah karena Yesus mengubah air menjadi anggur. Dari kurang menjadi cukup, dari tidak adan menjadi berkelimpahan.

4.     100 Orang yang kelaparan (2 Raj. 4:42-22)

Saat itu Elisa mempunyai 20 buah roti dan satu kantong gandum hadia dari Baal-Salisa. Jumlah itu tentu cukup dan bahkan lebihdari cukup buat dirinya sendiri dan bujangnya. Bagaimana jika untuk seratus orang? Mungkin semua orang bisa kebagian, dengan catatan setiap orang dapat secuil kecil. Tapi, tentu jumlah itu tidak dapat mencukupi kebutuhan perut seratus orang tersebut. Mereka semua kebagian namun mereka tidak cukup kenyang. Akan tetapi, apa yang terjadi ternyata berbeda. Tuhan mencukupkan kebutuhan 100 orang tersebut. Pembantu Elisa yang membagikan roti bahkan merasa heran, bagaimana mungkin 20 roti kecil dapat mencukupkan  100 orang? Namum nyatanya, Tuhan yang mencukupkan.

5.     Lima Roti dan Dua Ikan

Berbicara soal karya kecukupan yang pernah Tuhan kerjakan, rasanya mukjizat ini yang paling sensasional dan begitu familiar bagi orang Kristen. Kita yang dulu ikut sekolah minggu pasti tau kisah ini, bahkan di ulang-ulang pun tetap menarik untuk di simak. Jika dengan lima roti dan dua ikan saja Tuhan mencukupkan kebutuhan lebih dari 5000 orang, bagaimana mungkin Tuhan tidak dapat mencukupkan kebutuhan kita dan seluruh kelurga kita, yang katakanlah tidak lebih dari 5 atau 10 orang, misalnya.

Mengingat karya Tuhan ini semoga dapat mengingatkan kita bahwa apappun keadaan kita, Tuhan dapat mencukupkan kita. Kita percaya bahwa Tuhan yang mencukupkan mereka pada masa itu, Tuhan itu juga akan mencukupkan kita pada masa kini dan masa yang akan datang. Tuhan yang dulu mereka sembah, itu juga Tuhan yang kita sembah sekarang. Tuhan tidak pernah berubah kini, kekal dan selama-lamanya. Kita harus  percaya bahwa Tuhan pasti mencukupkan kita. Apa alasan mengapa Tuhan pasti mencukupkan kita?
Pertama : Ia Bapa Kita
Adakah orang tua yang tidak ingin anaknya hidup berkecukupan? Sepertinya tidak ada. Orang tua pasti akan berjuang sedemikian rupa untuk mencukupi kebutuhan anaknya. Orang tua selalu menyediakan dan mengadakan apa yang tidak ada menjadi ada untuk mencukupi kebutuhan anaknya. Jika demikian, bukankah Allah Bapa kita juga sama? Dia Empunya segala sesuatu , dan sanggup memberikan kita segala sesuatu dan ingin agar kita anak-anak-Nya hidup berkecukupan. Setiap orang tua juga pasti lebih tau dan paham apa yang terbaik buat anak. Jika Allah sekarang belum berkarya, itu bukannya Allah tidak mengasihi kita. Allah hanya sedang berkarya dalam hikmat-Nya yang baik buat kita, yang tidak bisa kita pahami dalam peran kita sebagai anak.
Kedua: Ia Ingin Kita Menjadi Saluran Berkat
Memberkati orang lain idealnya memang tidak melihat keadaan. Janda yang mempunyai dua peser pun dapat memberkati tempatnya beribadah. Tuhan sendiri yang akan yang akan memampukan kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain, sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita berkecukupan supaya selanjunnya kita juga bisa membantu mencukupkn orang lain. Ia mau memberkati kita agar kita juga dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Baca juga :
Mengapa Sulit Merasa Cukup
Akibat Merasa Tidak Pernah Cukup


Comments

Popular posts from this blog

Objek Wisata di Kabupaten Sarmi

Persentase Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Sarmi Berkurang?